Home | Info TFF | RIL | Program | Berita | Pustaka | Situs Lain | Hubungi Kami

 R I L > Apa itu RIL ? What is RIL ?
  Cari di situs ini
  Sponsor Kami
Development of this website has been funded through ITTO Project PD 110/01 Rev. 4(I)
   

 

 
  Apa itu RIL ?  
click to print
 

Definisi RIL

Reduced-Impact Logging (RIL) berisikan teknologi dan praktek-praktek yang dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan yang dihasilkan dari pemanenan industri kayu. Disini penekanannya pada kegiatan di hutan tropis, walaupun beberapa prinsip juga diterapkan di tipe hutan lain.

Belum ada satu definisi yang diterima secara global tentang apa terdapat pada RIL karena banyak prosedur khusus, standar lingkungan dan tipe peralatan logging yang bervariasi di kondisi-kondisi daerah tertentu.

Di Indonesia/Malaysia, satu kegiatan RIL biasanya terdiri dari:

  • Inventory pra-pemanenan dan pemetaan pohon.
  • Menyiapkan peta kontur skala operasional yang akurat.
  • Perencanaan jalan sebelum dilakukan pemanenan, jalan sarad dan area penempatan kayu sebagai akses masuk ke area pemanenan dan ke tiap-tiap pohon yang telah dijadwalkan untuk dipanen dengan menekan gangguan kerusakan tanah dan melindungi sungai maupun aliran air dengan teknologi penyeberangan yang memadai.
  • Mengembangkan standar operasional dan lingkungan secara tertulis sebagai pedoman perencanaan dan pelaksanaan serta integrasi standar-standar ini ke dalam struktur perusahaan.
  • Penggunaan teknik penebangan serta bucking terkontrol termasuk penebangan terarah.
  • Mengembangkan standar penebangan dan bucking secara tertulis untuk menekan limbah pembalakan dan meningkatkan volume serta nilai recovery.
  • Konstruksi jalan dan landing yang melekat pada pedoman desain teknis dan lingkungan dengan meminimalkan gangguan pada tanah dan kerusakan tegakan tinggal.
  • Penandaan lokasi jalan sarad pada tanah sehingga operator skidder dapat mengenalinya dengan mudah.
  • Pembukaan jalan sarad sebelum penebangan. Menekan gangguan tanah selama pembangunan dan penggunaan jalan sarad melalui aplikasi pedoman sederhana dan supervisi memadai.
  • Menarik kayu ke jalan sarad yang telah direncanakan dan memastikan bahwa mesin penyaradan tetap berada pada jalan sarad setiap waktu.
  • Pada topografi curam, deaktivasi jalan sarad setelah kegiatan pemanenan selesai (misalnya : penyebarangan parit) untuk meminimalkan erosi.
  • Melaksanakan penilaian pasca pemanenan agar mendapatkan umpan balik untuk perusahaan konsesi dan kru logging, dan untuk mengevaluasi tingkat keberhasialn penerapan pedoman RIL.

Agar praktek-praktek ini dari segi biaya secara efektif diterapkan dan bermanfaat bagi lingkungan, beberapa persyaratan berikut penting diterapkan:

  • Pengusaha konsesi dan dan operator logging harus mampu menyediakan informasi / dokumentasi bahwa kegiatan pemanenan pada area operasional yang mereka lakukan sah secara hukum dan bahwa kegiatan dilakukan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
  • Satu set standar lingkungan dan operasional harus tersedia dimana kegiatan logging dilakukan sesuai standar tersebut dan kru logging, staf perencanaan dan manajerial harus terbiasa dengan standar-standar ini.
  • Kru perencanaan dan logging harus dilatih sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka dan mereka harus memahami bukan saja apa yang harus dilakukan tapi juga mengapa kegiatan itu penting.
  • Kru harus diperlengkapi dengan peralatan keamanan yang memadai dan dilatih bagaimana menggunakannya.
  • Supervisor yang berpengetahuan dan terampil harus ada dilapangan untuk memantau pekerjaan, memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai standar dan jadwal kegiatan dipatuhi.
  • Dimana lodging pada camp lapangan diperlukan, camp harus dilengkapi dengan sarana kebersihan dan kesehatan diwilayah dimana kegiatan itu berlokasi.
  • Perlengkapan pembalakan harus sesuai dengan kondisi operasional dan dipelihara dalam kondisi kerja yang bagus.
  • Perencanaan dan kegiatan operasional harus secara menyeluruh terintegrasi dengan baik untuk memastikan bahwa rencana diimplementasikan sebagaimana mestinya. Ini mungkin akan memerlukan beberapa penyesuaian terhadap struktur dan prosedur perusahaan.
  • Sistem management dan pengawasan harus pada tempatnya yang akan menyediakan informasi operasional secara periodic kepada pemilik konsesi, manajer logging, auditor eksternal. Sistem semacam ini termasuk deskripsi kerja secara terperinci, informasi penempatan staff, inventori peralatan, prosedur operasional dan informasi serupa.
 
 

Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

 
     
 
Topik Ini
 
Topik Berkaitan
Apa itu RIL ?
Kriteria dan Indikator RIL
Ongkos dan manfaat
RIL dan hubungan dengan pasar
RIL dan Sertifikasi
   
 
Pernyataan Misi
  Misi utama dari TFF adalah mempromosikan pengelolaan hutan tropis secara lestari, melalui pengumpulan dan penyebaran informasi tentag manfaatnya dan melatih cara pengelolaan yang tepat
    Kontributor TFF
Kriteria & Indikator RIL
  Back to top
Home Contact Us Search this site FAQs About Us Selected pictures Site map