| |
Definisi
RIL
Reduced-Impact Logging (RIL) berisikan
teknologi dan praktek-praktek yang dirancang untuk
meminimalkan dampak lingkungan yang dihasilkan
dari pemanenan industri kayu. Disini penekanannya
pada kegiatan di hutan tropis, walaupun beberapa
prinsip juga diterapkan di tipe hutan lain.
Belum ada satu definisi yang diterima secara global
tentang apa terdapat pada RIL karena banyak prosedur
khusus, standar lingkungan dan tipe peralatan logging
yang bervariasi di kondisi-kondisi daerah tertentu.
Di Indonesia/Malaysia, satu kegiatan
RIL biasanya terdiri dari:
- Inventory pra-pemanenan dan
pemetaan pohon.
- Menyiapkan peta kontur skala
operasional yang akurat.
- Perencanaan jalan sebelum dilakukan
pemanenan, jalan sarad dan area penempatan kayu sebagai
akses masuk ke area pemanenan dan ke tiap-tiap pohon
yang telah dijadwalkan untuk dipanen dengan menekan
gangguan kerusakan tanah dan melindungi sungai maupun
aliran air dengan teknologi penyeberangan yang memadai.
- Mengembangkan standar operasional
dan lingkungan secara tertulis sebagai pedoman perencanaan
dan pelaksanaan serta integrasi standar-standar ini
ke dalam struktur perusahaan.
- Penggunaan teknik penebangan
serta bucking terkontrol termasuk penebangan terarah.
- Mengembangkan standar penebangan
dan bucking secara tertulis untuk menekan limbah pembalakan
dan meningkatkan volume serta nilai recovery.
- Konstruksi jalan dan landing
yang melekat pada pedoman desain teknis dan lingkungan
dengan meminimalkan gangguan pada tanah dan kerusakan
tegakan tinggal.
- Penandaan lokasi jalan sarad
pada tanah sehingga operator skidder dapat mengenalinya
dengan mudah.
- Pembukaan jalan sarad sebelum
penebangan. Menekan gangguan tanah selama pembangunan
dan penggunaan jalan sarad melalui aplikasi pedoman
sederhana dan supervisi memadai.
- Menarik kayu ke jalan sarad
yang telah direncanakan dan memastikan bahwa mesin
penyaradan tetap berada pada jalan sarad setiap waktu.
- Pada topografi curam, deaktivasi
jalan sarad setelah kegiatan pemanenan selesai (misalnya
: penyebarangan parit) untuk meminimalkan erosi.
- Melaksanakan penilaian pasca
pemanenan agar mendapatkan umpan balik untuk perusahaan
konsesi dan kru logging, dan untuk mengevaluasi tingkat
keberhasialn penerapan pedoman RIL.
Agar praktek-praktek ini dari segi biaya
secara efektif diterapkan dan bermanfaat bagi lingkungan,
beberapa persyaratan berikut penting diterapkan:
- Pengusaha konsesi dan dan operator
logging harus mampu menyediakan informasi / dokumentasi
bahwa kegiatan pemanenan pada area operasional yang
mereka lakukan sah secara hukum dan bahwa kegiatan
dilakukan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
- Satu set standar lingkungan
dan operasional harus tersedia dimana kegiatan logging
dilakukan sesuai standar tersebut dan kru logging,
staf perencanaan dan manajerial harus terbiasa dengan
standar-standar ini.
- Kru perencanaan dan logging
harus dilatih sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
mereka dan mereka harus memahami bukan saja apa yang
harus dilakukan tapi juga mengapa kegiatan itu penting.
- Kru harus diperlengkapi dengan
peralatan keamanan yang memadai dan dilatih bagaimana
menggunakannya.
- Supervisor yang berpengetahuan
dan terampil harus ada dilapangan untuk memantau pekerjaan,
memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai standar dan
jadwal kegiatan dipatuhi.
- Dimana lodging pada camp lapangan
diperlukan, camp harus dilengkapi dengan sarana kebersihan
dan kesehatan diwilayah dimana kegiatan itu berlokasi.
- Perlengkapan pembalakan harus
sesuai dengan kondisi operasional dan dipelihara dalam
kondisi kerja yang bagus.
- Perencanaan dan kegiatan operasional
harus secara menyeluruh terintegrasi dengan baik untuk
memastikan bahwa rencana diimplementasikan sebagaimana
mestinya. Ini mungkin akan memerlukan beberapa penyesuaian
terhadap struktur dan prosedur perusahaan.
- Sistem management dan pengawasan
harus pada tempatnya yang akan menyediakan informasi
operasional secara periodic kepada pemilik konsesi,
manajer logging, auditor eksternal. Sistem semacam
ini termasuk deskripsi kerja secara terperinci, informasi
penempatan staff, inventori peralatan, prosedur operasional
dan informasi serupa.
| |