Have any questions?

+62 251 8317 338

Merbau logs - Bina Belantak Utama

BBU Menjadi HPH Kayu Merbau Kedua yang Mencapai FSC...

Merbau Logs - PT Bina Balantak UtamaTropical Forest Foundation (TFF) mengucapkan selamat kepada manajemen dan staf dari PT Bina Balantak Utama (BBU), anggota dari Kayu Lapis Group, dalam mencapai sertifikasi FSC! Perusahaan audit SCS Global Services menyelesaikan audit verifikasi akhir Mei 2016, dan telah menutup semua CAR utama. Pengumuman resmi diharapkan dalam waktu dekat menunggu selesainya tinjauan dan kontrak formalitas.

BBU adalah HPH dengan luas 298.710 ha berpusat di sekitar Sarmi di Provinsi Papua dan merupakan HPH kedua penghasil kayu Merbau yang menerima sertifikasi FSC.

Perusahaan ini menjadi anggota The Borneo Initiative (TBI) program dukungan sertifikasi pada bulan Juni 2012 dengan TFF sebagai pelatih sertifikasinya. TFF telah memberikan pelatihan dan bantuan teknis selama beberapa tahun dan pada pertengahan 2015 perusahaan mulai membuat kemajuan yang signifikan dalam memenuhi standar FSC.

Pelatihan TFF di Bina Balantak UtamaPada tahun terakhir ini, TFF telah memberikan bimbingan intensif baik di lapangan dan tingkat manajemen yang menyebabkan sukses, audit verifikasi akhir oleh SCS pada pertengahan Mei, 2016 di mana semua pra-kondisi untuk sertifikasi penuh, berhasil ditutup.

Perusahaan telah menghadapi banyak tantangan di jalan menuju sertifikasi, salah satunya adalah kenyataan bahwa perusahaan panen hanya kayu Merbau, jenis kayu bernilai tinggi yang sangat lambat tumbuh. Untuk memenuhi persyaratan FSC, perusahaan harus secara sukarela mengurangi panen tahunan berdasarkan siklus 60 tahun daripada siklus rotasi 30 tahun sebagaimana diizinkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan. Pengorbanan ini menimbulkan dilema, menajemen KLI harus memilih antara memaksimalkan keuntungan jangka pendek atau keberlanjutan sumber daya.

Membuka jalan sarad sebagai bagian dari pelatihan RIL - Bina Balantak UtamaBBU log diangkut ke Sorong dan diproses menjadi kayu pada industri KLI PT Henrison Irian. Dari sana, kayu tersebut dikirim ke KLI industri kompleks di Semarang untuk diproses menjadi berbagai produk jadi yang diperuntukkan terutama untuk pasar Australia dan Eropa.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi TFF atau kunjungi website Kayu Lapis Indonesia.